Selasa, 22 Juni 2010

Look at happy (mato indak ta pajamkan)




07062010

hmm,, mangantuak barek, tapi mato indak tapajamkan, onde mande mah barek bana baban pike ko ha, ba a juo lai, jan salah kan bundo manganduang??? tapi tatok se tacaliak hapy, bahaso baratnyo Look at happy atau take it happy so maybe joy be happy in my life and love too, alah mak eee... basalemak peak baso ko ha, yo lah dek baban barek mato indak tapajamkan padahal alah wakatunyo tuak lalok lamak, dek itulah jadinyo carito yg alah ditulis iko indak jaleh ujung pangka he, dari pado indak se mah.... Read More..

Kamis, 03 Juni 2010

“Nek Tan, I Love U and always Miss U”

Nek Tan panggilan aku kepada kakek ku, sejak aku merantau mungkin sudah hampir enam tahun aku tidak pernah ketemu nek tan lagi, karena berjauhan. Aku selalu merindunkan nek tan begitu juga nek no (panggilan kepada nenekku, Tapi tidak ketemu bukan berarti putus komunikasi, apalagi zaman teknologi canggih sekarang ini. Meskipun nek tan berada dipelosok sana yah Koto Baru Sawah Lunto-Sijunjung- Sumbar tempat
kediaman nek tan namun tetap dapat jangkauan sinyal seluler, yah berkat benda ajaib itu aku dan nektan juga nek no masih sering ngobrol di udara, kami saling melepaskan rindu. Aku memang cucu paling dekat sama nek tan, I love nek tan and I miss nek tan kalo sudah berjauhan. Hmmm disamping benda ajaib, nektan selalu ada di hatiku, kami juga bertemu lewat mimpi, dari aku belum menikah sampai akhirnya sudah punya anak dua, nektan belum pernah ketemu aku, padahal dia pengen sekali kenal dan ketemu sama cucu laki-lakinya atau suami aku sekaligus buyutnya. Tapi kondisi nektan yg terakhir ini sering sakit-sakitan membuat dia harus banyak istirahat tidak bisa kemana-mana, apalagi sudah 5 kali keluar masuk rumah sakit.

Nek tan sakit, aku juga tidak datang menengoknya hanya benda ajaib juga yg membantu kami tetap masih bisa ngobrol, nektan pun masih sempat meninggalkan nasehat kepada ku, begini katanya “cong sayang, sama suami gak boleh melawan ya, kmu harus se ia se kata sama suami, terus kalau ada masalah dalam keluarga atau kalau lagi marahan salah satu harus ada yg mengalah atau meredamkan emosi” singkat dan padat nasehat dari nektan, sampai sekarang nasehat itu masih terngiang di telinga ku, dengan suara nektan yang sudah berumur 88th, suara nektan masih segar, giginya pun masih utuh tak satupun rusak, hanya selera makan nek tan saja akhir-akhir ini yg tidak ada, itulah yang membuat badan nek tan semakin kurus bahkan tak berdaya, hingga impus dari rumah sakitpun sudah tidak bisa kompromi sama tubuh nektan.

“Nek tan pengen sekali ketemu aku, begitu juga dengan aku, tapi aku tidak ada waktu untuk bisa pulang kampung melihat kondisi nektan yg sudah kritis, memang kalau ada apa-apa alias bakal ada peristiwa yg tidak diinginkan terjadi, maka tanda-tanda kecil itu dapat kurasakan, dan mesti itu benar terjadi. Sewaktu aku akan mendapat kabar bahwa nektan aku akan pergi meninggalkan aku, meninggalkan kami semua, tahu gak kalo dalam satu hari itu pikiran aku bengong, hatiku resah dan gelisah gak karuan, bunyi telinga berdenging panjang seakan memecahkan gendang telinga, konsentrasi buyar, setiap benda yg kupegang pasti jatuh, benar deh 2 gelas pecah karena kupeganng, bahkan air minum yang barusan terisi ikut tumpah. Yah sulit dah di lukiskan dg kata-kata perasaan saat itu.

Apa yang terjadi, Jum’at 2 April 2010 jam 21.30 aku menerima telpon dari sebrang, Betapa sedihnya hatiku. Nek tan aku tercinta telah berpulang ke pangkuan-Mu dalam usia 88 Tahun dan dikebumikan sabtu, 3 April 2010 di Sei. Arang Muara Bungo, Jambi. Yah nektan pengen dikebumikan dekat anak-anaknya, karena anak-anak dan cucunya semua tinggal di Muara Bungo. Air mataku mendadak turun tanpa ada isak tangis, kumelangkah lemah bahkan tak berdaya mengangkat kaki ini untuk segera berwudhu dan yasinan, yah hanya itu yg bisa kuperbuat untuk nek tan ku, nyaris yasinan juga tidak konsentrasi, meledaklah tangisan saat itu karena dipikkiran terulang kembali masa sedih aku yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa my father fast away sejak tahun 1994. Persis aku kehilangan orang yang sangat kusayangi dalam hidup aku. Pikiran berkecamuk, mumet karena Apa daya aku tidak bisa pulang, aku masih dalam masa nifas, anak bayiku yang ke dua belum 40 hari, sangat tidak mungkin untuk bepergian jauh, yah hanya Do’a yang kupanjatkan buat Nektan semoga mendapat tempat yang layak disisiNya. Amin. Aku kan selalu merindukannmu nektan, terkadang dalam pikiran ku, aku merasa nektan masih tetap ada belum pergi karena aku dapat melihat nektan, maafkan cucumu tidak sempat ikut merawat nektan dikala sakit. I love u and I miss u nek tan ku.



































Read More..

Blog Yang Terlupakan

Rasanya sudah lama aku tidak menulis, yah maksudnya menulis untuk blog aku ini, hampir satu tahun aku tinggalkan blog aku alias blog yang terlupakan, cuma beberapa posting sekedarnya saja, yang miskin kata-kata dan pemikiran tapi untung blog aku masih tetap ada sampai sekarang.

Yah semangat aku menulis hilang timbul ibarat jarum penjahit yg lagi jahit pakaian, awalnya bloger lagi ngetrend walah mak semangat menulis ku tak kunjung reda meletup-letup bagai bara api, ingin menullis untuk di posting di bloger, dan hampir tiap hari aku nge-blog sudah kayak jualan aja buka warung kali tiap hari, ehm kenyataannya hasil postingan juga gak banyak-banyak amat gak mewakilkan hatiku yg meletup-letup itu. “ternyata menulis itu mudah tapi jadi penulis itu tidak mudah” pantaslah sekiranya harga seorang penulis dibayar mahal, pantaslah hasil karya penulis untuk tidak kita gandakan dengan mengaku tulisan kita tepatnya plagiat hasil karya orang lain gitu deh……………….,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,??????????”

Aku jarang menulis selain mood menulis aku yang hilang timbul juga dkarenakan terakhir ini para cyber dah pada lari ke facebook, lagi nge trend face bookan gitu, aso aku gak ketinggalan lo, bahkan aku pun sempat terbuai sama facebookan, maklum demam facebook alias terjangkit penyakit facebooker, aku pikir ntar dah lama juga basi kayak friensdter sebelumnya. Hhmmmm, setelah ku buka bloggerku yg sudah lama banget aku abaikan, akhirnya tergugah hati ini buat menulis lagi. “kasian blog aku terbengkalai aku merasa tidak bertanggung jawab dg blog yang sudah kubuat” he…he…. Dramatis amat sih.

Semakin hari semakin asyiik aja dg facebook, karena gak nyangka teman lama aku ketemu semua di face book, itulah yang membuat betah tetap facebookan bahkan dalam satu hari spending time (alah mak pake bahasa planet pula….?????) maksud aku menghabiskan waktu facebookan antara 4-8 jam, dengan tujuan selalu pengen tahu perkembangan terkini dari teman-teman lama kita yg sudah belasan tahun yang tidak pernah tahu kabar berita mereka. Tetapi sekarang dalam waktu two second aja (hitungan detik maksud aku) kita bisa tahu semua keadaan teman, saudara ataupun family kita yg berada dari ujung ke ujung dunia. Melihat foto-foto saudara kita yg ada di facebook lepas sudah rasa rindu dihati. Itu semua membuat semakin hari pula aku harus habiskan pulsa atau uang buat facebookan yg penting bisa face bookan (it’s lebay nih), ya yah…. karena aku merasakan kepuasan tersendiri. Tapi lama kelamaan aku merasa jenuh juga buka facebook yang Cuma gitu-gitu aja, ngebaca status teman yg isinya mulai dari curhat pribadi, numpahin kekesalan, sampe sindir menyindir kawan ataupun lawan lumayan gak da perubahan buat diri sendiri (cek ile aku belagu amat, masa status faceboook berharap dapet ngerubah diri aha). Setelah aku terdampar di blog yang aku tinggalkan (ntah apa yg ada dipikiran aku saat iitu, terlintas pengen buka blog), aku jadi ingat, belum terlambat kalau aku harus posting tulisan di blog aku ini, minimal cerita tentang diriku dengan tulisan yang apa adanya :D

Apa adanya?? Ya tulisan yang apa adanya? Sesuai moody saat ini aku menulis tentang semua diatas, aku akan tetap menulis lagi, ya harus meunlis lagi buat blog aku yang sudah terlupakan, itupun kalo darah menulis aku masih mengalir walaupun setetes namun tetap ditorehkan,,,,, he alah ngomongin toreh nyambung gak ya? Ntah lah terserah yang baca aja deh………, hehehe :D

Read More..

Senin, 06 April 2009

Kota Kalajengking Pilihanku


Juni 2003 aku merantau ke Kota Kalajengking atau lebih dikenal dengan kota Batam, kota penuh harapan, aku berkhayal mengisi pundi-pundi setelah sampai disini, bagiku kota Batam menjanjikan masa depan yang cerah, aku berpikir semua hal-hal yang menyenangkan jika aku berada di kota Batam nantinya. Tekadku yang bulat untuk merantau tidak bisa dihalangai oleh apapun sekalipun badai menghadang (mirip lagu saja). Sebelumnya ada tiga alternatif kota yang menjadi tempat aku merantau, (habis aku perlu melihat hal-hal yang baru lagi setelah bertahun-tahun di kota Sumatera Barat alias Padang). Yaitu Kota Jakarta, Kota Irian Jaya dan Kota Batam, begini ceritanya kalau kota Jakarta tidak menjadi pilihan karena aku sudah pernah disana dan terasa kurang nyaman bagi aku pribadi, terus aku memilih kota Irian Jaya karena disana ada temanku disamping itu aku juga banyak tahu informasi tentang Irian Jaya dari keluargaku yang pernah menetap disana, akhirnya aku berpikir terlalu jauh kalau aku harus ke Iria Jaya. Terakhir aku memutuskan Kota Batam, kota yang katanya kota uang, mudah untuk mengisi pundi-pundi karena kota ini adalah kota industri dan kota batam inilah menjadi pilihanku.Sekarang aku sudah berada di kota batam tepatnya sejak awal Juni 2006, sebatang kara tanpa ada sanak saudara kecuali orang-orang satu suku yang langsung kuanggap menjadi saudara (itulah orang awak), pokoknya kalau sudah merantau satu suku menjadi terasa dekat walaupun dikampung halaman sebelumnya tidak kenal bahkan sedikit berlagu sombong. Pertama kali masuk Bandara Hang Nadim, terasa khawatir sekali karena aku hanya melihat dan bertemu dengan orang-orang asing. Jujur aku tidak merasa nyaman pertama kali masuk ke kota Batam, apalagi dari cerita sebelumnya bahwa kalau di Batam untuk seorang Perempuan jika sudah berada atau sudah pernah di batam (mohon maaf) tidak berharga alias di anggap remeh para lelaki terutama lelaki si hidung belang, tapi aku tetap berpikir positif bahwa dimana saja berada manusia itu sama tidak perlu di Batam di tempat asal kita pun tetap akan menjadi perempuan yang tidak benar kalau kita adalah orangnya tidak benar, “ya jadi semua itu tergantung dari diri kita masing-masing” itulah kata hatiku bicara.Aku sudah sampai di Batam, dan aku memilih tempat tinggal (kos) daerah Bengkong, kenapa karena aku sudah dapat informasi jangan tinggal daerah Nagoya yang lingkungan kehidupannya bebas sulit untuk dihindari seperti seks bebas, pesta narkoba, kumpul kebo, bahkan hubungan percintaan sejenis, guys, lengkap dengan mudah dijumpai di daerah sana. “lingkungan tempat tinggal kita sangat mempengaruhi apa jadinya kita” ya aku memilih untuk sedikit lebih aman walaupun daerah bengkong tidak menutupi adanya hal-hal seperti itu. Pertama kali yang aku lakukan di Batam adalah mengurus identitas, dan informasi tentang pembuatan identitas seperti KTP kita akan mudah menemui calo gentayangan, dan pendatang baru menjadi sasaran empuk, para calo pasang harga pengurusan KTP mulai dari harga siap 3 hari sampai harga siap 2 minggu. “aku memilih mengurus sendiri” ya aku layaknya seorang turis lokal yang tidak tahu apa-apa, kadang-kadang jantungku berdetak kencang juga saat transportasi ojek kupilih buat mengantar ke tempat-tempat pengurusan, ya tempat atau daerah batam yang belum aku kenal sama sekali, aku ketakutan aku takut dibawa kabur oleh si tukang ojek atau aku takut dibawa kabur oleh sopir taksi. Namun hati kecilku bicara “Tuhan selalu disisiku, tidak akan terjadi sekecil apapun itu tanpa seiizin Yang Maha Kuasa”. Lama kelamaan aku sudah dapat banyak kenalan apalagi di Kota Batam ini penduduknya banyak juga ditemui orang awak dan akhirnya aku bilang bahwa orang Batam banyak juga yang baik dan ramah, buktinya ketakutan yang aku rasakan hanyalah sebuah perasaan, kenyataannya semua urusan aku di Batam mulai dari mengurus KTP, mencari lowongan kerja memasukan lamaran pekerjaan dan sampai aku memiliki teman-teman di Batam dengan berbagai jenis/suku/asal kampung halaman yang berbeda-beda misalnya, teman dari Flores, Medan, Sumbawa, Jambi, Bengkulu, Manado, Jawa bahkan antar Negara Malaysia, Singapura, India, China dan juga dengan berbagai macam agama dan kepercayaan yang berbeda-beda. Terbukti sampai sekarang aku masih di Batam hingga aku menikah dengan orang Batam, saat ini aku memiliki seorang putri yang juga lahir di batam dan aku semakin suka Batam.Kehidupan di Batam memang keras, kita akan bertemu dengan aktivitas tiap sebentar adanya penggusuran, berita kriminalitas setiap hari menghiasi Koran Harian Batam. Manusia dengan mudah membunuh manusia lainnya, hampir setiap hari ada saja yang menemui bayi baru lahir yang dibuang di tong sampah, ditempat umum bahkan di toilet kamar mandi, tidak dipungkiri semua itu hanya karena persoalan seputar ekonomi, penipuan dimana-mana berkedok menang undian atau apalah, ibu-ibu korban Hipnotis, perampokan bersenjata dan jika tidak hati-hati maka kita akan menjadi sasaran empuk bagi sang premanisme. Teman makan teman (jeruk kok makan jeruk), iklim kerja yang tidak kondusif, disini hukum rimba berlaku siapa yang kuat dialah yang menang. Tetapi Batam juga mempunyai sisi positifnya, misalnya sangat banyak kesempatan bagi kita untuk mencoba hal-hal yang baru di Batam, kalau kita sungguh-sungguh kita bisa maju dalam berkarir, kita bisa sukses dalam berbisnis karena peluang bisnis sangat banyak dan terbuka luas disini, jadi diri kita siap mau jadi apa saja asal kita mau atau kita hanya tinggal memilih warna hitam atau warna putih untuk kehidupan kita di Batam, itulah secuil tentang kota Kalajengking. Kalajengking, siapa yang tidak tahu Kalajengking, binatang yang menakutkan apalagi kalau sudah menggigit, dan sangat jarang orang menyukai kalajengking, tetapi jika kita pelihara maka kalajengking akan menjadi teman kita. “ingat binatang juga tidak akan buas jika kita tidak mengganggunya” itulah kalajengking dan Batam disebut kota Kalajenging karena memang kota Batam atau pulau Batam mirip Kalajengking.Sudah 6 tahun aku tinggal di Kota Batam, kehidupan aku tidak terlalu berubah masih menyandang status ekonomi standar, kualitas kehidupan juga tidak terlalu baik, bayangkan saja setiap sudut kota kita menjumpai mall, bekerja pagi pulang malam adalah sebagian aktifitas para pekerja industri di batam, tekanan hidup yang tinggi, siraman rohani yang kurang, tempat wisata yang kurang menarik. Kejenuhan setelah bekerja belum bisa hilang hanya dengan datang ketempat wisata yang itu-itu saja, arus lalu lintas yang tidak tertib (masih banyaknya pengendara kendaraan yang suka-suka). Tapi aku tetap suka Batam, buktinya aku masih tinggal di Batam. Kenapa ya, mungkin karena aku sudah minum air Batam jadi sulit untuk melupakan Kota Batam. “Tidak juga, yang benar Batam bukanlah seperti apa yang kita bayangkan dalam pikiran kita”, sebelum kita datang ke Batam alias Visit to Batam tepatnya Kunjungi Batam dulu baru berkomentar. The-End
Read More..

Minggu, 05 April 2009

Surat Cinta dari Caleg



HennyBatam- Sosialisasi untuk mengajak masyarakat memilih dalam pemilu (pemilihan umum) 9 April mendatang dilakukan dengan berbagai macam cara oleh para caleg, baik caleg DPR RI maupun caleg DPRD Provinsi dan caleg DPRD Kota, mulai dari mengirim bubur ayam, sampai mengirim surat cinta eh salah surat dari caleg yang ditujukan setiap rumah lingkungan dapilnya dengan tujuan “kepada Yth Bapak/Ibu Blok A1-100” sekian.. sekian … dan seterusnya….

“Jangan lupa contreng saya tgl 9 April” itulah sebagian isi surat pada hari sabtu, 04 April 2009 yang kami terima sebagai warga Bengkong, surat tersebut juga dilengkapi dengan lembaran kertas hitam putih ukuran kuarto yang mirip dengan surat suara pemilu. Dan tercantum nomor partai, lambang partai serta nomor urut caleg yang minta dicontreng. Semula saya berpikir kalau surat tersebut adalah dari KPUD, cara memilih saat pemilu “ya kalau kita tidak hati-hati membaca surat dari caleg tersebut pasti kita terkecoh juga”.

Menurut saya cara caleg tersebut cukup efektif dan menarik juga, saya sempat deg- degan kok ada amplop surat tergeletak dirumah ya, apalagi zaman secanggih ini, tinggal di perkotaan untuk menerima sepucuk surat sangat jarang terjadi, sudah ada SMS cara cepat berkomunikasi, sudah ada internet yang langsung on line. Hmm… kalau surat dari caleg ini dilakuan bagi penduduk yang dipedesaan apalagi yang menerima masih ada yang buta huruf, wah dengan melihat contoh contreng gambar dilembaran kertas yang dikirim ke rumah pemilih sepertinya cara yang ampuh menaklukkan pemilih. Umpamnya saya buta huruf, mungkin masuk bilik TPS sudah gemetaran, walaupun sudah diajarin oleh KPU lewat sosialisasi, mungkin dalam hati saya akan berkata ”saya contreng saja foto yang ada pada surat dari caleg yang lalu pernah dikirim kerumah saya, habis yang ini saya gak ngerti surat suaranya panjang sekali”. Oke deh ini cerita buat ngeramein blog saya saja, maju terus pantang mundur terutama bagi para caleg yang kali aja sempat nyasar diblog ini. Kalau sudah terpilih jangan lupa lakukan yang terbaik buat masyarakat, jangan lakukan yang terbaik buat pribadi. Hehe…
Read More..

Kamis, 02 April 2009

Pentingkah Ucapan "Selamat Ulang tahun"?



Ulang Tahun, ya kata Ulang Tahun kalau diteliti asal muasalnya serta kapan mulainya ada perayaan Ulang Tahun? bagi aku pribadi tidak tahu dan aku juga tidak mau tahu (he…he…), tapi mungkin bagi sebagian anda tentulah tahu. Hmm…”Ulang Tahun” bagi aku adalah ;
- Setahun sudah bertambah usiaku- Setahun sudah aku melewati masa yang tidak terlalu banyak berbuat bagi orang-orang yang aku cintai, tidak terlalu banyak berbuat bagi bangsaku, serta setahun sudah suka dan duka yang aku alami.
- setahun sudah aku menjalani pekerjaanku
- setahun sudah aku hampir tidak pernah introspeksi diri.
-setahun sudah aku bergelut dengan rutinitas yang membosankan dan setahun sudah aku
menikmati hidupku dengan apa adanya tanpa ada kegigihan usaha untuk merubah diri ke arah
yang lebih baik lagi.
- setahun sudah aku aktif menghabiskan waktu dengan percuma, bahkan setahun sudah aku
nyaris jauh dari Yang Maha Kuasa, aku jarang berdo’a kepadaNya dan aku hampir tidak
pernah mensykuri Nikmat dariNya, setahun sudah aku selalu mengeluh atas kekurangan yang
aku miliki.
-setahun sudah aku selalu bilang kapan aku punya rumah mewah, kapan aku punya mobil
mewah, kapan aku punya jabatan tinggi dan kapan aku jadi pengusaha sukses, ya setahun
sudah pikiran aku aktif dengan hal-hal yang penuh mimpi.

Sekalipun aku telah berusaha keras menggapai mimpi, keberhasilan tidaklah seperti membalik telapak tangan. Ya itulah kekwatiran aku kalau sudah datang hari Ulang Tahunku setiap tgl 19 Oktober. Dan aku selalu berharap, semoga Tuhan masih memberi aku kesempatan satu tahun lagi, untuk mempergunakan hidup yang Tuhan beri. Aku tidak pernah merayakan hari ulang tahunku. Hal itu juga yang membuat diriku susah mengucapkan “Selamat Ulang Tahun” ya kepada orang-orang terdekatku, teman-temanku. Aku merasa kalau hanya sekedar ucapan selamat ulang tahun bagiku tidak terlalu penting.

Cerita pengalamanku, dulu waktu aku masih menjalin hubungan asmara aku hampir tidak pernah mengucapkan selamat ulang tahun kepada doi, dan aku juga tidak pernah berharap ucapan selamat ulang tahun yg ditujukan untukku, aku selalu ingat tanggal ulang tahun orang-orang terdekatku, tapi aku tidak peduli, hatiku juga sulit untuk menngucapkannya, “ah emangnya penting banget apa?” begitulah kata hatiku, "yang terpenting toh saat ini kamu dihadapanku terlihat sehat-sehat saja dan tidak ada satu kekurangan pun". Dan yang lebih penting lagi aku selalu bisa makan gratis alias ditraktir kalo ada yg lagi ulang tahun (ha…ha dasar aku premanartinya suka prei makan).

Apa yang kamu lakukan setiap hari lahir kamu tiba? Merayakannya bersama teman-teman? Sekadar makan-makan? Atau merenungkan arti hidup selama ini? Semua orang tentu memiliki caranya masing-masing.

Ya, 1 April tgl ulang tahun suamiku, dibenakku sebelum hari H nya aku berfantasi akan merayakan ulang tahunnya dengan cara menyediakan kue tar, tiup lilin tanpa undangan cukup kami sekeluarga atau makan bersama-sama, atau makan diluar atau makan bareng anak-anak panti “wah dibenakku gado-gado” bagaimana menciptakan suasana di hari kelahiran suamiku menjadi berkesan. Hingga ingin menjadi orang yang pertama kali mengatakan Selamat Ulang Tahun ya sayang”, ujarku tersenyum dalam lamunanku. Dan ini akan aku lakukan pada tgl 31 Maret jam 24.00.

Ya aku sudah tertidur, tidurku nyenyak sekali. Aku terlelap sampai terlupakan rencana aku mau membuat suamiku senang dihari kelahirannya. Seperti baisa setelah aku terbangun dari tidur langsung mengerjakan rutinitas pagi. Dan aku lupa mengucapkan ”Selamat Ulang Tahun kepada suamiku”, sekitar jam 10.00 aku sudah sampai dikantor, aku teringat belum mengucapkan kata-kata yg ditunggu tersebut, segeralah aku meraih handphone, dan mulailah aku menekan keyped “HAPPY BIRTH DAY YA SAYANG” singkat saja es em es terkirim. Dan itupun aku lakukan tanpa beban dan tanpa merasa bersalah bahwa aku tidak menjadi orang pertama yang mengatakan selamat ulang tahun kepadanya.

Aku mulai mengingat kembali, “ya ampyunnn pantasan rona wajah suamiku kurang bersahabat, bahkan saat ngobrol diperjalanan sewaktu dia mengantar aku ke kantor kata-katanya sedikit beda dari biasanya sampai-sampai wajahku merengut setelah mendengar intonasi suaranya. Hatiku jadi bertanya-tanya apa karena aku belum mengucapkan selamat ulang tahun, ya kali ya, ah gak lah kata hatiku. Bagiku Cuma sekedar kata-kata tidaklah merubah segalanya, tetap saja aku berpikir positif.

Ya, setelah kami ketemuan lagi, “ich adek gak ngucapin Selamat Ulang tahun untuk Kakak’, udah kan di sms jawabku, ya udah (dengan suara merendah dan manja) “selamat ulang tahun ya sambil mengecup bibirnya, aku ulangi dengan ucapan langsung. Barulah suasana kita kembali seperti semula, bertemu dengan raut muka yang ceria, ngobrol jadi wenak banget seperti orang-orang baru pacaran. Dan saat itu barulah aku berpikir bahwa Ucapan Selamat Ulang Tahun sangatlah penting bagi suamiku, kalau saja salah satu dari kami tidak bisa menciptakan kondisi yang nyaman maka hanya dari lupa mengucapkan selamat ulang tahun (diumpamakan api kecil) wah bisa menjadi perang dunia kedua (api berkobar kemarahan) yang berujung pecahnya perang dunia ke III. Untung saja perang dunianyaa tidak meletus, malah kita merencanakan makan malam di luar alias aku bebas masak gitu lo.

Ya, bagi kamu setipe sama aku, sebaiknya ada sedikit lebih peduli lagi terutama untuk orang-orang yang terdekat disekitar kita. Ternyata hal-hal sekecil apapun disekitar kita tetap menjadi perhatian kita dan jangan pernah menganggap sepele. Selamat mencoba



Read More..

Kamis, 19 Maret 2009

Sulit Melupakan Mantan

Saya bingung mau cerita apalagi diblog ini, teringat kisah-kisah teman saya dengan mantan pacarnya yang sampai saat ini sulit untuk dilupakan meskipun akan menghadapi kehidupan baru dengan pasangan barunya. Bagi anda yang penganut paham pacaran yg lebih dikenali dengan penjajakan sebelum masuk ke gerbang pernikahan, so pasti cinta pertama tidak selalu dimiliki, pernahkah anda putus cinta dan susah melupakan mantan pacar ? Berbagai cara melupakan mantan pacar sudah dicoba, namun tetap saja susah untuk melupakan wajah pacar anda. Kenangan manis dan pahit seakan-akan tidak mau pergi dan sesekali mampir dibenak kita. Tapi pengalaman patah hati itu wajar karena dengan begitu kita bisa belajar tentang arti sebuah komitmen. Umumnya kemampuan melupakan mantan pacar dari cowok dan cewek pasti berbeda. Cewek lebih ke perasaan pasti lebih sulit melupakan pacar yang dahulu sempat mewarnai hidupnya. Namun makhluk terindah didunia ini memang sangat lihai menyembunyikan perasaan dibanding cowok yang keliatan pertama aja sedih, tapi paling lama minggu depan sudah cari kenalan cewek baru yang cantik. Memang sih, bisa dikatakan lebih susah melupakan mantan pacar dibanding melupakan mantan sopir pribadi (hehe...). Tapi dunia ini tidak ada yang kekal jadi tidak bisa dengan membaca ”Bin sa labin abrah ka abrah (hakkkk....)” sehingga masuk kembali ke masa lalu jika memang sudah tidak ada kesempatan untuk merebut hatinya kembali. Ok saya mau bagi cara melupakan mantan pacar dari pengalaman
1. Lupakan mantan Pacar melalui banyak melakukan kegiatan atau kesibukan, artinya kita jangan banyak melamun atau suka menyendiri. Ini yang paling menjadi masalah utama kita, kalau sudah sendirian mengingatkan kita pada semua kenangan saat bersama mantan dulu. Singkat cerita cari kesibukan baru mungkin dengan daftar ke club fitnes, browsing di Internet, atau jalan-jalan ke perpustakaan atau jalan-jalan ke toko buku dan cari judul buku yang berhubungan dengan suasana hati misalnya “tips jitu cara melupakan si dia” dijamin deh, tapi harus ingat diikutin dengan NIAT hati yang kuat.

2. Jangan sering-sering lewat atau pergi ke tempat-tempat yang dulu pernah dikunjungi bareng si dia apalagi tempatnya penuh kenagan maunis banget. Karena kalau sudah mengingat sidia kita bisa-bisa lebih kesal dan jengkel sama dia yang mungkin kurang bertanggungjawab dengan hubungan yang selama ini kita bina. Nah semakin kita membencinya semakin hari semakin sulit melupkannya, gak percaya coba aja?

3. Buang semua barang yang berhubungan dengan mantan pacar serta semua barang kepunyaan anda dirumah yang ada kenangan bersama si dia tempo dulue. Cara ini kayaknya jitu abiz, dan yang paling penting berpikirlah “ada yang lebih baik dari si dia karena Tuhan selalu memberikan yang terbaik buat umatnya”. Coba bayangkan kalau kita maksain harus hidup atau menikah sama mantan pacar kita, trus baru seumur jagung kita sudah ditinggalkan begitu saja, nah lo gimana?. Atau pikirkan tentang dia begini “ Sekarang saja si dia sudah tidak mencintai kita lagi, alias sudah tidak suka bagaimana kalau sudah menikah ya? Amit-amit kalau dia mendua.

Tuh kan sesudah baca cara melupakan mantan pacar ini pasti sudah mulai lupa sama mantan pacarnya, terutama buat teman saya yang zauh disana yang selalu dirundung resah gelisah, gundah gulana serta kebingungan dan kwatir tidak siap untuk menempuh hidup baru dengan pasangan baru. Ok selamat menempuh hidup baru ya sobit.

Read More..